Selasa, 29 November 2011

???

Ketika RINDU terpagari oleh syariat.
Maka KUlabuhkan ia pada pelabuhan samudera kasihNYA, 
hingga waktupun memihak pada bahtera kenyataan...

Aku kadang tersiksa, dengan riak-riak ASA itu.
tapi....
KUsadar, Allah punya hadiah dibalik Teka-teki hati ini...



Sisa, menunggu dengan kesabaran..
bahwa WAKTU kan memihak padaKU...

KUpercaya akanmu,

Hingga, HATI ini terhias dengan ketenangan melewati hari, menjemput mahligai IMPIAN...


>> KUkan selalu berdo'a.. Akan Titik terang, ataukah bias Cahaya dari sang Maha Rahman <<

** 'aidah Mujahidah Al-Mannaan dalam setitik kasih mahabbatuLLah **


Selasa, 22 November 2011

Kata dalm sastraKU

Satu asa satu rasa
Bergulir dan mengalir menjadi rata
Tetap utuh dalam jiwa
Melekat erat dalam raga
Terukir indah dalam goresan pena
Mengurat dalam dalam rasa
Mengabadi dalam karya
Bergulir bersama waktu
Berjalan bersama masa
Indahkan bias-bias harapan jiwa
Tuangkan rasa di setiap yang dirasa
Dan takkan hilang selamanya
Meski jiwa tak lagi di raga

........................

Hemm,, KUtak mengerti apa yang telah dibisikkan Qalbuku, dalam bait2 sastraKU ini...


Laksana BUKU

Bismillah.

Sebaik – baik hidup adalah hidup yang berguna bagi dirinya dan makhluk lain. Kiranya begitulah sebagian orang bijak berkata mengenai kehidupan.
Ada juga orang yang bilang, “hidup ini cuma sekali”. Apapun yang telah dikatakan orang mengenai ini dan itu, yang jadi pertanyaan sekarang adalah, “sudahkah kita membuktikan bahwa kita berguna ?Atau dengan pertanyaan yang lebih kasar, “apakah kita orang yang berguna” ? Jikalau kita berpikir menggunakan nurani, tentulah sulit untuk menjawabnya.
Di bawah ini adalah pertanyaan – pernyataan yang mungkin bisa dijadikan gambaran tentang hidup kita.
Siapakah aku sebenarnya ?
Untuk apa aku hidup ?
Bagaimana hidupku ?
Seberapa besar nilaiku dalam kehidupan ini ?
Apa yang sudah aku lakukan dan yang belum aku lakukan dalam hidup ini ?
Bagaimana aku kelak ?
Bagaimana nanti akhir hidupku ?
Pelajaran apa yang aku dapat dari perjalanan hidupku saat ini?
Di atas adalah sebagian pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang sampai saat ini saya belum dapat sebagian jawabannya. Mudah jika kita membiarkan mulut kita berbicara begini dan begitu. Tapi membiarkan nurani dan akal sehat yang berbicara, ternyata sangat sulit.
Menjadi orang yang berguna bagi diri sendiri pun sangat sulit, apalagi untuk orang lain. Benar kata orang, hidup tak seperti membalikkan telapak tangan.
Hidup ini ibarat buku catatan kosong, dan kita adalah penulisnya. Buku catatan yang panjang tanpa makna dan guna sudah pasti membosankan bagi para pembaca. Biasanya Buku seperti itu nasibnya akan berakhir di tempat sampah, atau sekurang – kurangnya di tempat pendauran ulang.
Adapun buku catatan pendek, mempunyai makna dan nilai guna, walaupun usang, sudah pasti berakhir di perpustakaan atau bahkan berakhir di museum dan akan diingat orang sepanjang masa sebagai buku yang berguna dan membawa perubahan baik.
Ingin sekali saya menjadi buku itu, atau yang lebih baik lagi, sebuah buku catatan panjang yang dipenuhi makna dan guna di setiap katanya, buku yang dijadikan pedoman sebelum orang ingin melakukan sesuatu, buku yang menjadi cahaya dalam gulita.
Apakah anda ingin seperti itu juga ?

**Catatan dibalik kamar tercintaKU dalam kesendirian**
Makassar_17_06_11.... 'aidah Mujahidah Al-Mannaan dalam setitik kasih MahabbatuLLah ....

Senin, 21 November 2011

N U R A N I: Miskin Tapi Kaya..!!

N U R A N I: Miskin Tapi Kaya..!!: Imam As-Syafii rahimahullah berkata : إِذَا مَا كُنْتَ ذَا قَلْبٍ قَنُوْعٍ ..... فَأَنْتَ وَمَالِكُ الدُّنْيَا سَوَاءُ Jika engkau memil...

N U R A N I: Miskin Tapi Kaya..!!

N U R A N I: Miskin Tapi Kaya..!!: Imam As-Syafii rahimahullah berkata : إِذَا مَا كُنْتَ ذَا قَلْبٍ قَنُوْعٍ ..... فَأَنْتَ وَمَالِكُ الدُّنْيَا سَوَاءُ Jika engkau memil...

Puisi tuk sahaba jiwa-KU

sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya

karena sahabat…..

seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu

sahabat jiwaKU……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan

kakak TersayangKU…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam

>> Semuanya, hadapi dengan BIJAK kk sayang..
~~ Senandung kata 'aidah Mujahidah Al-Mannaan dalam setitik kasih MahabbatuLLah ~~
 

Jumat, 18 November 2011

Nasehat diri

Ali bin Abi Thalib berkata:

Kesabaran dalam iman itu
bagaikan kepala pada jasad,
mungkinkah jasad akan hidup
tanpa kepala?

Demikian pula iman, butuh kesabaran...
Ia memberi nutrisi hati tuk mentaati Ilahi
Namun sabar itu mudah tuk diucapkan, tetapi sulit... panas... dan berat...

Ketika iman berkata: "Tujuan hidupku mencari keridlaan Ar Rahman.."
Kehidupan dunia hanyalah tempat persinggahan...
Disanalah kesabaran mendapat kesegaran...
Bukankah Rabbuna berfirman:
"Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, ia berkata: "Innaa lillahi wa innaa ilaihi roji'uun..."
Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepadaNya kami akan dikembalikan...
Mereka itu mendapat pujian dari Rabb, dan rahmatNya, dan
Merekalah orang-orang yang mendapat hidayah...


Duhai diri..
Apakah kita mengira dibiarkan mengucapkan: "Kami beriman"
Setelah itu kita tidak diuji?
Tidak, demi Allah...
Ujian pasti kan menerpa..
Menyaring keimanan...

Dikala ujian silih berganti...
Nabi sholallahu 'alaihi wasallam menganjurkan umatnya agar semakin mendekat kepada Ilahi...
Suatu malam beliau bangun tiba-tiba dan bersabda: "Subhanallah.. Fitnah apa yang diturunkan di malam ini?..
Bangunkanlah para pemilik kamar itu..
Berapa banyak orang berpakaian di dunia, ia telanjang di akhirat...
 

Senandung untaian kata ini, semoga menjadi penyejuk2 QalbuKU..
Untuk menempuh jalan menuju Allah..
Bersabarlah...
Sampai berjumpa di telaga Haudl..
Dengan Rasul tercinta..

****************************

" Senandung kata Musafir ilmu ** 'aidah Mujahidah Al-Mannaan dalam Setitik kasih MahabbatuLLah **

 

Hijab

Bismillah...

Gaun Hitam panjang
Berjuntai menyentuh tanah
Dibalik cadar
Wajah rembulan purnama
Teduh bersinar terang.


Tatapan bintang kejora
Tertunduk pandangan
Terhindar fitnah
Dunia kelam


Saat diri melangkah
Daun-daun dan bunga mekar
tersenyum cerah sejati

Wahai Muslimah-KU
Bayangan bidadari nirwana
Dikala terik mentari membakar
Engkau ramah tamah berkata:
" NERAKA lebih panas "
Lantas semilir menghempas nan sejuk
Teduh melindungi

Jikala mulut jahil nan usil mencibir
>> NINJA JALANAN, TERORIS dan semacamnya.
Engkau pun tenang berlalu , tanpa dendam didada...


--------------------------


PuisiKU tercipta untukmu duhai para MuslimahKU,,,
Mari saling menasehati dalam KEISTIQAMAHAN, tetaplah pada HIJAB SYAR'I-mu...

** Senandung kata-KU "Aidah mujahidah Al-Mannaan dalam Setitik kasih MahabbatuLLah "

 

Minggu, 13 November 2011

. Kisah Penggugah jiwa .

✿KISAH LUAR BIASA SEORANG GADIS SHALIHAH ✿

Aku akan meriwayatkan kepada anda kisah yang sangat berkesan ini, seakan-akan anda mendengarnya langsung dari lisan ibunya. Berkatalah ibu gadis kecil tersebut: Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku melihat sebuah mimpi di dalam tidurnya. Ia melihat banyak burung pipit yang terbang di angkasa. Di antara burung-burung tersebut terdapat seekor merpati putih yang sangat cantik, terbang jauh meninggi ke langit. Maka aku bertanya kepada ayah tentang tafsir dari mimpi tersebut. Maka ia mengabarkan kepadaku bahwa burung-burung pipit tersebut adalah anak-anakku, dan sesungguhnya aku akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa. Ia tidak menyempurnakan tafsirnya, sementara akupun tidak meminta tafsir tentang takwil mimpi tersebut. Setelah itu aku melahirkan putriku, Afnan. Ternyata dia benar-benar seorang gadis yang bertakwa. Aku melihatnya sebagai seorang wanita yang shalihah sejak kecil. Dia tidak pernah mau mengenakan celana, tidak juga mengenakan pakaian pendek, dia akan menolak dengan keras, padahal dia masih kecil. Jika aku mengenakan rok pendek padanya, maka ia mengenakan celana panjang di balik rok tersebut. Afnan senantiasa menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. Setelah dia menduduki kelas 4 SD, dia semakin menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. Dia menolak pergi ke tempat-tempat permainan, atau ke pesta-pesta walimah. Dia adalah seorang gadis yang perpegang teguh dengan agamanya, sangat cemburu di atasnya, menjaga shalat-shalatnya, dan sunnah-sunnahnya. Tatkala dia sampai SMP mulailah dia berdakwah kepada agama Allah. Dia tidak pernah melihat sebuah kemungkaran kecuali dia mengingkarinya, dan memerintah kepada yang ma'ruf, dan senantiasa menjaga hijabnya. Permulaan dakwahnya kepada agama Allah adalah permulaan masuk Islamnya pembantu kami yang berkebangsaan Srilangka. Ibu Afnan melanjutkan ceritanya: Tatkala aku mengandung putraku, Abdullah, aku terpaksa mempekerjakan seorang pembantu untuk merawatnya saat kepergianku, karena aku adalah seorang karyawan. Ia beragama Nasrani. Setelah Afnan mengetahui bahwa pembantu tersebut tidak muslimah, dia marah dan mendatangiku seraya berkata: "Wahai ummi, bagaimana dia akan menyentuh pakaian-pakaian kita, mencuci piring-piring kita, dan merawat adikku, sementara dia adalah wanita kafir?! Aku siap meninggalkan sekolah, dan melayani kalian selama 24 jam, dan jangan menjadikan wanita kafir sebagai pembantu kita!!" Aku tidak memperdulikannya, karena memang kebutuhanku terhadap pembantu tersebut amat mendesak. Hanya dua bulan setelah itu, pembantu tersebut mendatangiku dengan penuh kegembiraan seraya berkata: "Mama, aku sekarang menjadi seorang muslimah, karena jasa Afnan yang terus mendakwahiku. Dia telah mengajarkan kepadaku tentang Islam." Maka akupun sangat bergembira mendengar kabar baik ini. Saat Afnan duduk di kelas 3 SMP, pamannya memintanya hadir dalam pesta pernikahannya. Dia memaksa Afnan untuk hadir, jika tidak maka dia tidak akan ridha kepadanya sepanjang hidupnya. Akhirnya Afnan menyetujui permintaannya setelah ia mendesak dengan sangat, dan juga karena Afnan sangat mencintai pamannya tersebut. Afnan bersiap untuk mendatangi pernikahan itu. Dia mengenakan sebuah gaun yang menutupi seluruh tubuhnya. Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik. Setiap orang yang melihatnya akan terkagum-kagum dengan kecantikannya. Semua orang kagum dan bertanya-tanya, siapa gadis ini? Mengapa engkau menyembunyikannya dari kami selama ini? Setelah menghadiri pernikahan pamannya, Afnan terserang kanker tanpa kami ketahui. Dia merasakan sakit yang teramat sakit pada kakinya. Dia menyembunyikan rasa sakit tersebut dan berkata: "Sakit ringan di kakiku." Sebulan setelah itu dia menjadi pincang, saat kami bertanya kepadanya, dia menjawab: "Sakit ringan, akan segera hilang insya Allah." Setelah itu dia tidak mampu lagi berjalan. Kamipun membawanya ke rumah sakit. Selesailah pemeriksaan dan diagnosa yang sudah semestinya. Di dalam salah satu ruangan di rumah sakit tersebut, sang dokter berkebangsaan Turki mengumpulkanku, ayahnya, dan pamannya. Hadir pula pada saat itu seorang penerjemah, dan seorang perawat yang bukan muslim. Sementara Afnan berbaring di atas ranjang. Dokter mengabarkan kepada kami bahwa Afnan terserang kanker di kakinya, dan dia akan memberikan 3 suntikan kimiawi yang akan merontokkan seluruh rambut dan alisnya. Akupun terkejut dengan kabar ini. Kami duduk menangis. Adapun Afnan, saat dia mengetahui kabar tersebut dia sangat bergembira dan berkata: "Alhamdulillah… alhamdulillah… alhamdulillah." Akupun mendekatkan dia di dadaku sementara aku dalam keadaan menangis. Dia berkata: "Wahai ummi, alhamdulillah, musibah ini hanya menimpaku, bukan menimpa agamaku." Diapun bertahmid memuji Allah dengan suara keras, sementara semua orang melihat kepadanya dengan tercengang!! Aku merasa diriku kecil, sementara aku melihat gadis kecilku ini dengan kekuatan imannya dan aku dengan kelemahan imanku. Setiap orang yang bersama kami sangat terkesan dengan kejadian ini dan kekuatan imannya. Adapun penerjamah dan para perawat, merekapun menyatakan keislamannya!! Berikutnya adalah perjalanan dia untuk berobat dan berdakwah kepada Allah. Sebelum Afnan memulai pengobatan dengan bahan-bahan kimia, pamannya meminta akan menghadirkan gunting untuk memotong rambutnya sebelum rontok karena pengobatan. Diapun menolak dengan keras. Aku mencoba untuk memberinya pengertian agar memenuhi keinginan pamannya, akan tetapi dia menolak dan bersikukuh seraya berkata: "Aku tidak ingin terhalangi dari pahala bergugurannya setiap helai rambut dari kepalaku." Kami (aku, suamiku dan Afnan) pergi untuk yang pertama kalinya ke Amerika dengan pesawat terbang. Saat kami sampai di sana, kami disambut oleh seorang dokter wanita Amerika yang sebelumnya pernah bekerja di Saudi selama 15 tahun. Dia bisa berbicara bahasa Arab. Saat Afnan melihatnya, dia bertanya kepadanya: "Apakah engkau seorang muslimah?" Dia menjawab: "Tidak." Afnanpun meminta kepadanya untuk mau pergi bersamanya menuju ke sebuah kamar yang kosong. Dokter wanita itupun membawanya ke salah satu ruangan. Setelah itu dokter wanita itu kemudian mendatangiku sementara kedua matanya telah terpenuhi linangan air mata. Dia mengatakan bahwa sesungguhnya sejak 15 tahun dia di Saudi, tidak pernah seorangpun mengajaknya kepada Islam. Dan di sini datang seorang gadis kecil yang mendakwahinya. Akhirnya dia masuk Islam melalui tangannya. Di Amerika, mereka mengabarkan bahwa tidak ada obat baginya kecuali mengamputasi kakinya, karena dikhawatirkan kanker tersebut akan menyebar sampai ke paru-paru dan akan mematikannya. Akan tetapi Afnan sama sekali tidak takut terhadap amputasi, yang dia khawatirkan adalah perasaan kedua orang tuanya. Pada suatu hari Afnan berbicara dengan salah satu temanku melalui Messenger. Afnan bertanya kepadanya: "Bagaimana menurut pendapatmu, apakah aku akan menyetujui mereka untuk mengamputasi kakiku?" Maka dia mencoba untuk menenangkannya, dan bahwa mungkin bagi mereka untuk memasang kaki palsu sebagai gantinya. Maka Afnan menjawab dengan satu kalimat: "Aku tidak memperdulikan kakiku, yang aku inginkan adalah mereka meletakkanku di dalam kuburku sementara aku dalam keadaan sempurna." Temanku tersebut berkata: "Sesungguhnya setelah jawaban Afnan, aku merasa kecil di hadapan Afnan. Aku tidak memahami sesuatupun, seluruh pikiranku saat itu tertuju kepada bagaimana dia nanti akan hidup, sedangkan fikirannya lebih tinggi dari itu, yaitu bagaimana nanti dia akan mati." Kamipun kembali ke Saudi setelah kami amputasi kaki Afnan, dan tiba-tiba kanker telah menyerang paru-paru!! Keadaannya sungguh membuat putus asa, karena mereka meletakkannya di atas ranjang, dan di sisinya terdapat sebuah tombol. Hanya dengan menekan tombol tersebut maka dia akan tersuntik dengan jarum bius dan jarum infus. Di rumah sakit tidak terdengar suara adzan, dan keadaannya seperti orang yang koma. Tetapi hanya dengan masuknya waktu shalat dia terbangun dari komanya, kemudian meminta air, kemudian wudhu` dan shalat, tanpa ada seorangpun yang membangunkannya!! Di hari-hari terakhir Afnan, para dokter mengabari kami bahwa tidak ada gunanya lagi ia di rumah sakit. Sehari atau dua hari lagi dia akan meninggal. Maka memungkinkan bagi kami untuk membawanya ke rumah. Aku ingin dia menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah ibuku. Di rumah, dia tidur di sebuah kamar kecil. Aku duduk di sisinya dan berbicara dengannya. Pada suatu hari, istri pamannya datang menjenguk. Aku katakan bahwa dia berada di dalam kamar sedang tidur. Ketika dia masuk ke dalam kamar, dia terkejut kemudian menutup pintu. Akupun terkejut dan khawatir terjadi sesuatu pada Afnan. Maka aku bertanya kepadanya, tetapi dia tidak menjawab. Maka aku tidak mampu lagi menguasai diri, akupun pergi kepadanya. Saat aku membuka kamar, apa yang kulihat membuatku tercengang. Saat itu lampu dalam keadaan dimatikan, sementara wajah Afnan memancarkan cahaya di tengah kegelapan malam. Dia melihat kepadaku kemudian tersenyum. Dia berkata: "Ummi, kemarilah, aku mau menceritakan sebuah mimpi yang telah kulihat." Kukatakan: "(Mimpi) yang baik Insya Allah." Dia berkata: "Aku melihat diriku sebagai pengantin di hari pernikahanku, aku mengenakan gaun berwarna putih yang lebar. Engkau, dan keluargaku, kalian semua berada disekelilingku. Semuanya berbahagia dengan pernikahanku, kecuali engkau ummi." Akupun bertanya kepadanya: "Bagaimana menurutmu tentang tafsir mimpimu tersebut." Dia menjawab: "Aku menyangka, bahwasannya aku akan meninggal, dan mereka semua akan melupakanku, dan hidup dalam kehidupan mereka dalam keadaan berbahagia kecuali engkau ummi. Engkau terus mengingatku, dan bersedih atas perpisahanku." Benarlah apa yang dikatakan Afnan. Aku sekarang ini, saat aku menceritakan kisah ini, aku menahan sesuatu yang membakar dari dalam diriku, setiap kali aku mengingatnya, akupun bersedih atasnya. Pada suatu hari, aku duduk dekat dengan Afnan, aku, dan ibuku. Saat itu Afnan berbaring di atas ranjangnya kemudian dia terbangun. Dia berkata: "Ummi, mendekatlah kepadaku, aku ingin menciummu." Maka diapun menciumku. Kemudian dia berkata: "Aku ingin mencium pipimu yang kedua." Akupun mendekat kepadanya, dan dia menciumku, kemudian kembali berbaring di atas ranjangnya. Ibuku berkata kepadanya: "Afnan, ucapkanlah la ilaaha illallah." Maka dia berkata: "Asyhadu alla ilaaha illallah." Kemudian dia menghadapkan wajah ke arah qiblat dan berkata: "Asyhadu allaa ilaaha illallaah." Dia mengucapkannya sebanyak 10 kali. Kemudian dia berkata: "Asyhadu allaa ilaaha illallahu wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah." Dan keluarlah rohnya. Maka kamar tempat dia meninggal di dalamnya dipenuhi oleh aroma minyak kasturi selama 4 hari. Aku tidak mampu untuk tabah, keluargaku takut akan terjadi sesuatu terhadap diriku. Maka merekapun meminyaki kamar tersebut dengan aroma lain sehingga aku tidak bisa lagi mencium aroma Afnan. Dan tidak ada yang aku katakan kecuali alhamdulillahi rabbil 'aalamin.

[Sumber: www.qiblati.com, dinukil dari Majalah Qiblati edisi 4 Tahun 3] oleh : Hamba Allah


Sabtu, 12 November 2011

` siapakah mahram kita ?

Siapa Saja Mahram itu?
(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Sarbini)

 Ada beberapa pertanyaan yang masuk seputar permasalahan muhrim, demikian para penanya menyebutnya, padahal yang mereka maksud adalah mahram. Perlu diluruskan bahwa muhrim dalam bahasa Arab adalah , mimnya di-dhammah yang maknanya adalah orang yang berihram dalam pelaksanaan ibadah haji sebelum tahallul. Sedangkan mahram bahasa Arabnya adalah , mimnya di-fathah.
Mahram dari kalangan wanita, yaitu orang-orang yang haram dinikahi oleh seorang lelaki selamanya (tanpa batas). (Di sisi lain lelaki ini) boleh melakukan safar bersamanya, boleh boncengan dengannya, boleh melihat wajahnya, tangannya, boleh berjabat tangan dengannya dan seterusnya dari hukum-hukum mahram.
Mereka kita bagi menjadi tiga kelompok. Yang pertama, mahram karena nasab (keturunan), kedua mahram karena penyusuan, dan ketiga mahram mushaharah (kekeluargaan karena pernikahan).
Kelompok yang pertama ada tujuh golongan:
1.    Ibu, nenek dan seterusnya ke atas baik dari jalur laki-laki maupun wanita.
2.    Anak perempuan (putri), cucu perempuan dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita.
3.    Saudara perempuan sekandung, seayah atau seibu.
4.    Saudara perempuan bapak (bibi), saudara perempuan kakek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu.
5.    Saudara perempuan ibu (bibi), saudara perempuan nenek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu.
6.    Putri saudara perempuan (keponakan) sekandung, seayah atau seibu, cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita.
7.    Putri saudara laki-laki (keponakan) sekandung, seayah atau seibu, cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita.
Mereka inilah yang dimaksudkan Allah I:

“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan…” (An-Nisa: 23)
Kelompok yang kedua juga berjumlah tujuh golongan, sama dengan mahram yang telah disebutkan pada nasab, hanya saja di sini sebabnya adalah penyusuan. Dua di antaranya telah disebutkan Allah I:

“Dan (diharamkan atas kalian) ibu-ibu kalian yang telah menyusukan kalian dan saudara-saudara perempuan kalian dari penyusuan”. (An-Nisa 23)
Ayat ini menunjukkan bahwa seorang wanita yang menyusui seorang anak menjadi mahram bagi anak susuannya, padahal air susu itu bukan milik dia melainkan milik suami yang telah menggaulinya sehingga memproduksi air susu. Ini menunjukkan secara tanbih1 bahwa suaminya menjadi mahram bagi anak susuan tersebut2. Kemudian penyebutan saudara susuan secara mutlak, berarti masuk di dalamnya anak kandung dari ibu susu, anak kandung dari ayah susu, begitu pula dua anak yang disusui oleh wanita yang sama, maka ayat ini dan hadits yang marfu’:

“Apa yang haram karena nasab maka itupun haram karena penyusuan.” (Muttafaqun ‘alaihi dari Ibnu ‘Abbas)
Keduanya menunjukkan tersebarnya hubungan mahram dari pihak ibu dan ayah susu sebagaimana tersebarnya pada kerabat (nasab). Maka ibu dari orang tua susu misalnya, adalah mahram sebagai nenek karena susuan dan seterusnya ke atas sebagaimana pada nasab. Anak dari orang tua susu adalah mahram sebagai saudara karena susuan, kemudian cucu dari orang tua susu adalah mahram sebagai anak saudara (keponakan) karena susuan, dan seterusnya ke bawah.
Saudara dari orang tua susu adalah mahram sebagai bibi karena susuan, saudara ayah/ibu dari orang tua susu adalah mahram sebagai bibi orang tua susu dan seterusnya ke atas.
Adapun dari pihak anak yang menyusu, maka hubungan mahram itu terbatas pada jalur anak keturunannya saja. Maka seluruh anak keturunan dia, berupa anak, cucu dan seterusnya ke bawah adalah mahram bagi ayah dan ibu susunya.
Hanya saja, berdasar pendapat yang paling kuat (rajih), yaitu pendapat jumhur dan dipilih oleh Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di, Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan Syaikhuna (Muqbil) rahimahumullah, bahwa penyusuan yang mengharamkan adalah yang berlangsung pada masa kecil sebelum melewati usia 2 tahun, berdasarkan firman Allah I:

“Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama 2 tahun penuh bagi siapa yang hendak menyempurnakan penyusuannya.” (Al-Baqarah: 233)
Dan hadits ‘Aisyah x muttafaqun ‘alaihi menerangakan bahwa penyusuan yang mengharamkan adalah penyusuan yang berlangsung karena rasa lapar dan hadits Ummu Salamah yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa (no. hadits 2150) bahwa suatu penyusuan tidaklah mengharamkan kecuali yang membelah (mengisi) usus dan berlangsung sebelum penyapihan.
Dan yang diperhitungkan adalah minimal 5 kali penyusuan, setiap penyusuan bentuknya adalah: bayi menyusu sampai kenyang (puas) lalu berhenti dan tidak mau lagi untuk disusukan (meskipun diselingi dengan tarikan nafas bayi atau dia mencopot puting susu sesaat lalu dihisap kembali).
Adapun kelompok yang ketiga maka jumlahnya 4 golongan sebagai berikut;
1.    Istri bapak (ibu tiri), istri kakek dan seterusnya ke atas berdasarkan surat An-Nisa ayat 22.
2.    Istri anak, istri cucu dan seterusnya ke bawah berdasarkan An-Nisa ayat 23.
3.    Ibu mertua, ibunya dan seterusnya ke atas berdasarkan An-Nisa ayat 23.
4.    Anak perempuan istri dari suami lain (rabibah)3, cucu perempuan istri baik dari keturunan rabibah maupun dari keturunan rabib, dan seterusnya ke bawah berdasarkan An-Nisa ayat 23.
Golongan 1, 2 dan 3 menjadi mahram hanya dengan sekedar akad yang sah meskipun belum melakukan jima’ (hubungan suami istri), adapun yang keempat maka dipersyaratkan terjadinya jima’ bersama dengan akad yang sah , dan tidak dipersyaratkan rabibah itu harus dalam asuhannya menurut pendapat yang paling rajih yaitu pendapat jumhur dan dipilih oleh Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin t.
Dan mereka tetap sebagai mahram meskipun terjadi perceraian atau ditinggal mati, maka istri bapak misalnya tetap sebagi mahram meskipun dicerai atau ditinggal mati, rabibah misalnya tetap merupakan mahram meskipun ibunya telah meninggal atau diceraikan, dan seterusnya.
Selain dari apa yang disebutkan di atas maka bukan mahram, jadi boleh seseorang misalnya menikahi rabibah bapaknya atau menikahi saudara perempuan dari istri bapaknya dan seterusnya.
Begitu pula saudara perempuan istri atau bibi istri, baik karena nasab maupun karena penyusuan maka bukan mahram, tidak boleh safar berdua dengannya, boncengan sepeda motor dengannya, tidak boleh melihat wajahnya, berjabat tangan, dan seterusnya dari hukum-hukum mahram tidak berlaku padanya. Akan tetapi tidak boleh menikahinya selama saudaranya atau keponakannya itu masih sebagai istri sampai kalau seandainya dia dicerai atau meninggal maka baru boleh dinikahi. Hal ini berdasarkan firman Allah I:

“Dan (haram atasmu) mengumpulkan dua wanita bersaudara sebagai istri (secara bersama-sama).” (An-Nisa: 23)
Dan hadits Abu Hurairah z muttafaqun ‘alihi bahwa Rasulullah r melarang mengumpulkan seorang wanita dengan bibinya sebagai istri secara bersama-sama. Wallahu a’lam bish-shawab. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir As-Sa’di, Asy-Syarhul Mumti’, 5/168-210)

Sumber: http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=162


 


Sebuah perenungan, sekelumit nasehat untuk diri sendiri dan sahabat yang berkenan…

Bismillah….

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa menyiapkan bekalnya untuk hari esok (Hari Kiamat). Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala hal yang engkau kerjakan.” (Qs. Al-Hasyr: 18)

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS Al ‘Ashr)

Allah telah memberi modal yang sama kepada setiap orang berupa waktu 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan, dan 12 bulan dalam setahun. Jika setiap orang mempunyai modal yang sama, bagaimana caranya agar kita menjadi pedagang yang memperoleh keuntungan luar biasa di akhir perdagangan ini?

Ali bin Abi Thalib berkata, ‘Dunia berjalan meninggalkan (manusia) sedangkan akhirat berjalan menjemput (manusia) dan masing-masing mempunyai penggemar, karena itu jadilah engkau penggemar akhirat dan jangan menjadi penggemar dunia. Sesungguhnya masa ini (hidup di dunia adalah masa beramal bukan masa pembalasan, sedangkan esok (hari akhirat) adalah masa pembalasan bukan masa beramal.’
Seseorang hendaknya mempersedikit angan-angannya karena takut ajalnya akan datang dengan tiba-tiba serta selalu ingat bahwa ajalnya telah dekat. Barang siapa yang mengabaikan ajalnya, maka patutlah dia didatangi ajalnya degan tiba-tiba dan diserang ketika ia dalam keadaan terpedaya dan lengah, karena manusia sering terpedaya oleh angan-angannya akan (kesenangan dunia).

Semoga kita selalu mengingat-Nya…

Di setiap gerak, dan hembusan nafas….

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu”
*******************
Taman hatiKU...." Aidah mujahidah Al-Mannaan "

 


.Setitik asa.

Mungkin aku tak setegar batu karang di lautan

Yang tetap tegar berdiri tegak di bibir pantai

Meskipun ombaknya selalu menghempasnya tanpa usai

Namun biarlah aku menjadi batu kerikil,

Yang walaupun kecil keberadaannya

Namun bisa sangat bermanfaat untuk membantu

Menopang fondasi bangunan keimananmu



Mungkin aku tak secerah sang mentari pagi

Yang selalu memberikan sinar hangatnya

Pada semua makhluk yang ada di dunia

Namun biarlah aku menjadi sebatang lilin

Yang dapat menerangi sebuah ruang disana

Kala gelap kegamangan tengah melanda hatimu



Mungkin aku tak sehalus kain sutera

Yang keindahannya bisa memukau

Siapa saja yang melihatnya

Namun biarlah aku menjadi selembut katun

Yang meskipun tak sehalus sutera

Namun keberadaannya dapat meneduhkan jiwamu



Mungkin aku tak sebening embun pagi

Yang kehadirannya bisa memberikan

Bau basah yang khas

Pada setiap daun-daun tanaman hias

Namun biarlah aku menjadi sejernih air

Yang dapat menyejukkan mata batinmu

Kala gundah tengah melanda dirimu



Mungkin aku tak seharum kasturi

Yang wanginya takkan pernah hilang

Sampai kapanpun

Namun biarlah aku menjadi setangkai bunga melati

Di taman hatimu

Yang akan selalu tumbuh dan mengharumkan

Setiap sudut kehidupanmu



>>>>>>>>>>>>>>>>>>



Yahh,,

Inilah diriku yang engkau kenali sekarang..

Jika ada setitik kebaikan ALHAMDULILLAH.

Jika tidak ada, semoga Allah mengampuniku dan memberikanku kesempatan lagi untuk menjadi lebih baik dan menjadi lebih bermanfaat bagi insan yang mengenalku.


Jumat, 11 November 2011

....



Sang Fajar merayu mesra padaku...
Di tepian hati pada pijakan hari...
Pada jaring-jaring kehidupan yang kian luas...
Tak kekal ...tak abadi... yang akan usang ...
Sampai Sang Pemilik hari pastikan masanya nanti...
Rabbii..jadikanlah dalam kuasa-Mu..dalam gengaman-Mu...keberkahan hidup pada kami...

~~~~~~~~~~~
Aku berjuang...
Melompati batu-batu kehidupan...
Sambil melempari Kerikil penghalang langkah...
Kemudian berlari menuju impian kesuksesan...
Dengan putaran do'a tak bertepi...
Berakhir pada garis finish kekal dan abadi...
Berharap akan di sematkan medali keberhasilan oleh Sang Juri yg Maha Adil.

~~~~~~~
Cahaya diatas cahaya..
Sinar-Mu lembut menyapa hari..
Sinar-Mu elok menyejukkan hati..

Cahaya diatas cahaya..
Penerang Qalbu insan nan hina..
Penuntun hikmah dalam impian nyata..

Cahaya diatas cahaya..
Tak kan pernah redup dimakan masa..
Menerangi kegundahan asa..

Cahaya diatas cahaya..
Terangi aku senantiasa dlm sinar-Mu..
Hangatkan aku dalam kasih dan sayang-Mu..

Cahaya diatas cahaya..
Bersinar terus dalam kalbuku..
Sujud aku tunduk pada-Mu

( Senandung kata yang tak terarah.. hemm **Aidah Mujahidah Al-Mannaan**)
 

Senin, 07 November 2011

.. cinta ..

 

Wahai wanita,
Saat kamu jatuh cinta....
Cinta yang sebaik-baiknya cinta adalah cinta karena Allah
Cinta yang seindah-indahnya cinta adalah cinta karena Allah
Cinta yang menjamin keselamatan dunia akherat adalah cinta karena Allah
Cinta yang menjadi fitrah diarahkan karena Allah
Wahai wanita,
Bukan wajah tampan yang menawan
Bukan tubuh tinggi yang kekar
Bukan sikap jantan yang samar
Bukan tutur kata dan rayuan yang menggairahkan
TETAPI...
Akhlak mulia dalam keseharian
Tanggung jawab dunia dan akherat dalam pergaulan
Ibadah wajib dan sunat yang sudah menjadi bagian
Senyum surga yang sangat menawan
Itulah dia yang layak bagimu
Sosok laki-laki itu yang harus kamu cari dalam hidupmu
Agar kebahagiaan dunia ada dalam genggamanmu
Dan juga nikmatnya akherat bisa menjadi harapanmu
dia yang sepenuh hati membawamu menuju ridho-Nya
Tunggulah lelaki itu datang menjemputmu
Dalam rangkaian Khitbah dan akad yang halal
Dengannya engkau dapat membina kesejahteraan hidup
Yang berjalan diatas Jalan yang di ridhoi-Nya...

Allahumma aamiin..^_^

********************
 

Minggu, 06 November 2011

.. jejak BahagiaKU ..

Dalam rinai hujan yang menggelitik, KU narikkan jemariKU tuk sebuah glamor rasa yang bertahta di jiwaKU saaat ini... yahhh KU katakan Sebuah jejak kebahagiaan bersenandung irama mahabbtuLLah... insya Allah AKU BAHAGIA...
Tertanda BONE_6_November_2011 tepat hari 'ied Adha...
-------------
DUHAI diri, cermatilah dan....
mari kita eja bintang-bintang dari dermaga batu
berteman secarik sajak yang kutulis pada kertas yang dipercik ombak
aku ingin mengulang waktu-waktu kita aku bertemu
disini di tembok-tembok dermaga pelabuhan perak
malam berbaur debur ombak yang memukul dinding-dinding pantai
manis senyuman dan deru kata ukhuwah, menghamburkan pasir-pasir kerinduanku
yang tak lelah menunggu hadirmu;
‘UhibbukifiLLah’
aku selalu rindu lembut dekapan kasih ukhuwah,
karena ia salah satu sumber terciptanya senyuman nan kesejukan abadi
mengirim seikat seroja kasih yang kunanti
untuk kugenggam wanginya hingga akhir hayat

Kini dalam kesendirianKU menemani malam yang beranjak kelam
Semua LUKISAN indah selalu tersimpan rapi
membaur antara gelora HARAPAN dan ASA yang ingin KU raih
Tetaplah disini bersamaKU, jangan dan janganlah cipta air mataKU.
Walau KU tahu kan ada teriakan kecil dari hati,, bahwa sakit itu menyerangKU.
Tapi,,
ahhhhh, itu hanyalah sementara.

di ujung dermaga bersama riap angin aku terbenam
bersamamu mengeja bintang dan purnama malam
Aku bahagia...Sangat bahagia akan semua SEjAraH HIDUP yang terjadi pada dirimu hari ini kk TersayangKU .....


 

♥ Aidah's Blog ♥ © 2012. Template Design By: Moezmoe Selamanya