Jumat, 06 April 2012

~ Surat cinta ~

Bismillah..

Kutulis surat sederhana ini untuk Rabb-ku yang Maha Pengasih dan Maha Mencinta pada hamba-hambaNya.








Wahai Allah..Rabb-ku Yang Maha Pencinta..

Kemarin…aku pernah menyesali kehadiranku di dunia ini. Ketika aku Kau berikan banyak cobaan hingga tak henti membuat airmata ini mengalir deras. Aku menyesal kenapa harus Kau hadirkan ke dunia ini sebagai orang yang sulit untuk bahagia.

Aku sudah sering berbuat kebaikan pada orang-orang di sekitarku tanpa pernah membedakan siapa dan apapun kondisi mereka. Dengan harapan bahwa aku pun akan mendapatkan kebaikan yang sama dari mereka. Tapi ternyata semua tak sesuai harapku ya Rabb…mereka yang kuberikan kebaikan malah menyakitiku sedemikian rupa hingga aku pun tak berhenti menangisi apa yang sudah kulakukan.

Wahai Rabb-ku…

Ketika kulihat betapa banyak orang yang begitu mudah meraih bahagia, aku iri…sungguh aku iri! Dadaku sesak kala melihat senyum mereka yang terukir tanpa beban. Hatiku meringis kala melihat mereka mampu meraih bahagia tanpa rintangan yang berarti. Seketika kubandingkan dengan hidupku yang tengah berjalan, sungguh…airmataku kembali mengguyur wajahku yang sebelumnya telah tertutupi oleh mendung. Hatiku memang menjerit dan bertanya, kenapa aku harus menangis? Bukankah aku telah memahami bahwa semua ini cobaan? Aku hanya bisa menjawab, karena aku hanyalah manusia, sekuat apapun diriku aku tetaplah manusia biasa. Dan aku menangis, karena memang manusia diberikan sifat untuk bisa menangis. Wajar bukan? Aku ingin seperti mereka…aku ingin bahagia! Wahai Rabb…kapan Kau akan beri aku bahagia seperti mereka?

Wahai Rabb-ku..

Aku mencoba bertahan dengan sisa-sisa kekuatan iman yang kumiliki. Kucoba untuk tetap mendengarkan bisikan-bisikan iman dari malaikat yang menjagaku. Aku bertahan untuk tetap mengukir senyum pada mereka yang masih peduli padaku. Masih kujaga ceria diri agar orang lain tak ikut merasakan mendung yang menaungi hatiku saat ini.




Wahai Rabb-ku…

Kucoba untuk diam dan merenungi semua yang terjadi. Kucoba menuliskan lagi cerita hidupku yang kelam dengan cerita hidupku yang lain. Hingga akhirnya aku kembali tak bisa menahan airmataku jatuh. Tidak wahai Rabb…kali ini bukan airmata kesedihan lagi yang menggenangi.

Tersadar diri ini bahwa selama ini ternyata diriku kufur nikmat kepadaMu. Ketika kubandingkan cerita kelam dan orang-orang didalamnya dengan cerita yang sedang mengalir saat ini, sungguh ternyata disanalah letak kebahagiaan yang telah Kau berikan. Selama ini ternyata aku hanya sibuk meratapi kesedihan akibat perbuatan sebagian orang, padahal ketika itu pula Kau mengganti duka itu dengan cinta-cinta yang mengalir deras dari hamba-hambaMu yang lain. Ya..aku terlalu sibuk dengan tangisanku sementara lebih banyak orang yang telah menyodorkan senyum untuk kuukir di bibirku.

Wahai Rabb-ku yang maha kasih…

Aku memang hambaMu yang bodoh…bodoh karena tak bisa cepat menyadari karunia yang Kau anugerahkan padaku. Bodoh karena aku hanya sibuk pada cobaanMu, bukan pada hikmah yang ingin Kau tunjukkan padaku.

Wahai Rabb-ku…

Kutuliskan surat cinta ini untuk menyampaikan syukur dan puji-pujianku padaMu. Memang tak akan pernah seindah surat cinta yang Kau berikan padaku dan pada hamba-hambaMu yang lain. Dan kusampaikan maaf karena cintaku yang masih dangkal ini untukMu. Semoga Kau ijinkan aku untuk mencintaiMu semampuku dengan segenap kekuatan cinta yang kumiliki untukMu.

Maha Suci Engkau ya Rabb…Kuyakin Kau akan membaca surat sederhanaku ini..

Dari hambaMu yang dhoif…




Sahabat…insya Allah kita semua pasti pernah mengalami sesuatu hal yang tidak kita sukai. Terkadang kita terlalu sibuk menyalahkan takdir yang datang kepada kita. Dan ketika kita lemah, kadang kita sering menyalahkan sifat kemanusiawian kita sebagai pembenaran atas kelemahan tersebut.. Lalu kita biarkan diri kita frustasi dan terus menyesali apa yang sudah terjadi. Tanpa sadar bahwa sesungguhnya Allah telah menggantinya melebihi dari semua kesedihan yang kita alami. Ya…kita memang manusia biasa yang penuh dengan sifat-sifat lahiriah sebagai manusia. Tapi sungguh Allah tak hanya memberi manusia sifat yang lemah, tetapi juga melengkapinya dengan sifat-sifat yang menguatkan. Dan andai saja kita tak sibuk dengan kesedihan itu, mungkin ganti dari Allah akan jauh lebih baik lagi.
Andai saja kita mampu memahami hakikat hidup di dunia ini, bahwa sesuatu telah Allah atur sedemikian rupa dengan menghiasinya melalui cobaan dan kenikmatan. Maka apapun yang diberikan pada kita , entah sedih atau bahagia maka kita akan tetap berusaha tersenyum dan lapang dada menerimanya.
“ (Dia)Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun “ (QS Al Mulk : 2 ) 
Sungguh, Allah tak akan pernah memberikan sesuatu yang sempurna pada hambaNya, karena Allah ingin mengajarkan kita tentang syukur dan sabar. Syukur ketika kita bisa meraih apa yang kita inginkan, tapi bersabar ketika sesuatu itu tak sesempurna yang kita harapkan
“(kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri”  (QS Al Hadid : 23 )
Wallahualam bish shawab

******************************

Dawai Sang setitik kasih Mahabbatullaah
( Aidah Mujahidah ) 

0 komentar:

Posting Komentar

 

♥ Aidah's Blog ♥ © 2012. Template Design By: Moezmoe Selamanya